Covid-19 Hambat Penanggulangan TB

Foto: Oracast/Pixabay.com
Foto: Oracast/Pixabay.com

Sehatnews.id – Pandemi Covid-19 berdampak nyata pada terhambatnya penanggulangan penyakit tuberkulosis, biasa disingkat TBC atau TB. “Banyak fasilitas kesehatan (faskes) yang mengabaikan pasien TB. Faskes seperti dirampok Covid-19, konsentrasi berubah untuk menangani Covid-19,” kata dr. Raden Rara Diah Handayani, Sp.P(K), spesialis paru dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI).

Data Badan Kesehatan Dunia (WHO), seperempat penduduk dunia diestimasi terinfeksi TB. “Mereka tidak sakit, tetapi bisa menjadi sakit. Setiap tahun 10 juta orang sakit dan 1,5 juta meninggal karena TB. Gejala awal TB berupa batuk yang berlangsung lama (lebih dari 3 minggu), biasanya berdahak, dan terkadang mengeluarkan darah. Penularan TB hampir mirip Covid-19, yakni melalui bakteri yang terciprat dari droplet dahak penderitanya,” ujarnya dalam webinar bertema “Upaya Pencegahan dan Penanganan Tuberkulosis di Era Pandemi Covid-19” yang digelar beberapa waktu lalu

Dirinya menambahkan, saat pandemi, untuk pasien baru yang mempunyai gejala infeksi saluran napas, perlu dilakukan evaluasi ke arah TB maupun Covid-19. “Untuk pasien TB yang dalam pengobatan dan muncul kembali gejala respirasi, segera evaluasi ke arah Covid-19. Pasien TB yang terdiagnosis Covid-19 dirawat di ruang isolasi Covid-19. Obat TB tetap diberikan bersama dengan obat untuk Covid-19,” ujar perempuan yang juga berpraktik di RS Persahabatan Jakarta ini.

Metode 3T (tracing, testing, treatment) dan pendataan pada Covid-19 diterapkan pada TB dengan memperkuat investigasi kontak untuk dilakukan testing. Secara umum terdapat empat tujuan pelaksanaan investigasi kontak. Pertama, menemukan kasus TB secara dini dengan melakukan skrining gejala dan faktor risiko terhadap seluruh kontak dari pasien TB. Kedua, menemukan TB laten pada anak di bawah umur 5 tahun dan memberikan pengobatan pencegahan dengan segera. Ketiga, mencegah penularan pada kontak yang sehat dengan cara memberikan edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Keempat, memutus mata rantai penularan TB di masyarakat.

“Pastikan pasien segera diobati bila terbukti TB serta lakukan notifikasi. Sisi baik adanya pandemi Covid-19, masyarakat lebih paham mengenai pencegahan penularan penyakit dengan menerapkan etika batuk, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, serta meningkatkan daya tahan tubuh,” katanya lagi. (sar)