Pasien Jantung Rentan Depresi Ketimbang Pasien Kanker

Lebih banyak bantuan diperlukan bagi mereka yang mengalami gagal jantung, yang hampir seperempatnya mengalami depresi atau kecemasan setelah diagnosis mereka. Foto: KlikDokter
Lebih banyak bantuan diperlukan bagi mereka yang mengalami gagal jantung, yang hampir seperempatnya mengalami depresi atau kecemasan setelah diagnosis mereka. Foto: KlikDokter

sehatnews.id – Satu dari empat pasien gagal jantung mengalami depresi atau kecemasan, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Heart Failure Awareness Days.

Pasien dengan gagal jantung 20 persen ​​lebih mungkin mengalami masalah kesehatan mental ini selama lima tahun setelah diagnosis, dibandingkan dengan pasien kanker.

Penemuan ini dipublikasikan dalam European Journal of Preventive Cardiology, jurnal European Society of Cardiology (ESC).

Perawatan penyakit mental pada pasien kanker, psiko onkologi, sudah lama ada tetapi layanan serupa untuk pasien jantung (psiko kardiologi) masih dalam tahap awal.

“Studi kami menunjukkan bahwa pasien gagal jantung bisa mendapatkan keuntungan dari dukungan yang lebih besar untuk masalah psikologis,” kata penulis studi Dr. Mark Luedde dari Cardiological Group Practice, Bremerhaven, Jerman.

Gagal jantung mempengaruhi sekitar 65 juta orang di seluruh dunia dan lebih mematikan daripada beberapa jenis kanker.

Jumlah penderita depresi pada pasien gagal jantung juga meningkat dan berhubungan dengan kualitas hidup yang lebih buruk.

Studi ini meneliti seberapa sering depresi atau kecemasan terjadi pada pasien gagal jantung dibandingkan dengan pasien berbagai jenis kanker.

Studi ini menggunakan informasi dari database German Disease Analyzer yang mewakili nasional, yang mencakup sekitar 3 persen praktik rawat jalan.

Para peneliti membandingkan insiden gabungan depresi dan kecemasan selama lima tahun setelah diagnosis gagal jantung atau kanker.