Protokol Pandemi di Tempat Kerja Pengaruhi Perilaku Pekerja

Studi terbaru menemukan hubungan yang signifikan antara protokol Covid-19 di tempat kerja dengan sikap karyawan terhadap tindakan pencegahan pandemi, dan pada akhirnya apakah mereka muncul di tempat kerja atau tempat umum lainnya saat merasa sakit dengan gejala Covid-19 atau setelah diketahui terpapar virus.Foto: KlikDokter
Studi terbaru menemukan hubungan yang signifikan antara protokol Covid-19 di tempat kerja dengan sikap karyawan terhadap tindakan pencegahan pandemi, dan pada akhirnya apakah mereka muncul di tempat kerja atau tempat umum lainnya saat merasa sakit dengan gejala Covid-19 atau setelah diketahui terpapar virus.Foto: KlikDokter

sehatnew.id – Langkah-langkah keamanan atau protokol perusahaan guna mencegah penyebaran Covid-19, memengaruhi tindakan preventif para pekerja bahkan ketika mereka tidak bekerja, menurut sebuah studi baru yang dilakukan para peneliti dari Washington State University (WSU), Amerika Serikat (AS).

Studi tersebut menemukan bahwa budaya tempat kerja atau protokol yang mengadopsi tindakan pencegahan Covid-19, seperti pemeriksaan kesehatan harian dan mendorong pekerja yang sakit untuk tinggal di rumah, menghasilkan lebih sedikit pekerja yang bepergian ke luar saat merasa sakit.

Efeknya ditemukan baik di dalam maupun di luar tempat kerja, yang berarti lebih sedikit karyawan dengan gejala Covid-19 yang muncul di tempat kerja dan tempat umum lainnya, seperti toko bahan makanan, pusat kebugaran, dan restoran.

Hal yang sama berlaku untuk sikap terhadap tindakan pencegahan Covid-19 yang direkomendasikan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), seperti pemakaian masker dan jaga jarak. Karyawan yang bekerja untuk perusahaan dengan tindakan pencegahan Covid-19 yang kuat cenderung lebih memiliki sikap positif terhadap pedoman CDC.

“Iklim COVID-19 di tempat kerja memiliki efek langsung pada pembentukan sikap karyawan terhadap tindakan kesehatan pencegahan pribadi yang direkomendasikan CDC,” kata Tahira Probst, Profesor Psikologi WSU sekaligus penulis utama studi yang diterbitkan dalam Journal of Occupational and Environmental Medicine.

Pejabat kesehatan masyarakat dan pemberi kerja, imbuhnya, harus menyadari dampak yang dapat ditimbulkan oleh organisasi dan tempat kerja dalam membendung gelombang pandemi.

“Bukan hanya pemberi kerja berdampak pada penularan yang terjadi di tempat kerja, tetapi mereka juga memengaruhi karyawan dengan sikap dan perilaku yang sama di luar tempat kerja,” jelas Probst.

Untuk studi tersebut, para peneliti menyurvei lebih dari 300 pekerja dewasa yang direkrut di situs web crowdsourcing Amazon Mechanical Turk dalam tiga gelombang selama gelombang liburan pandemi.

Mereka pertama kali menyurvei pekerja pada Oktober 2020 untuk menilai protokol Covid-19 di tempat kerja mereka.

Kemudian pada Desember 2020, survei tentang sikap mereka terhadap pedoman pencegahan CDC, dan terakhir pada Februari 2021, tentang pekerjaan dan perilaku nonkerja mereka saat sakit atau terpapar Covid-19.