Secangkir Nostalgia Meiji di Kota Kobe

Tampak muka Moegi House. | foto: lin
Tampak muka Moegi House. | foto: lin

sehatnews.id-Di masa Restorasi Meiji pada akhir abad ke-19 orang-orang Eropa mulai bermukim di Kobe dan tinggal di Kitano, sebuah daerah di bukit dengan pemandangan ke arah Pelabuhan Kobe. Kini bekas kediaman orang-orang Eropa itu dipugar dan dijadikan tempat wisata.

Saat ini terdapat sekitar 20 rumah tua bekas peninggalan orang Eropa di Kobe. Rumah-rumah itu direnovasi dan direkonstruksi seperti ketika orang Eropa tinggal di situ.

Bangunan lama di Kitano Ijinkan yang terlihat dari kejauhan
Bangunan lama di Kitano Ijinkan yang terlihat dari kejauhan. | foto: lin

Kawasan bekas tempat tinggal orang Eropa itu disebut Kitano Ijinkan. Kawasan sejarah ini bisa diakses dari Stasiun Shin Kobe jika naik kereta peluru shinkansen. Bila naik kereta ekspres biasa dari Kyoto, Anda bisa turun di Stasiun Sannomiya.

Dari stasiun diperlukan jalan kaki sekitar 1 km. Kitano Ijinkan terletak di atas bukit sehingga atap-atapnya langsung terlihat ketika berjalan dari stasiun. Lokasi rumah di atas bukit itu istimewa karena memungkinkan penghuninya memiliki pemandangan Pelabuhan Kobe.

Untuk melihat isi rumah Eropa lawas itu tersedia dua jenis tiket. Ada tiket tunggal dan tiket terusan untuk melihat beberapa rumah sekaligus. Untuk melihat satu rumah saja diperlukan tiket seharga ¥355 (kurang lebih Rp45.500). Sementara tiket kombo untuk melihat beberapa rumah harganya antara ¥600-3000.

Kamar mandi moderen Moegi House. | foto: lin
Kamar mandi moderen Moegi House. | foto: lin

Salah satu rumah lawas yang cantik berwarna hijau lembut adalah Moegi House. Bangunan ini dibuat pada tahun 1903 dan merupakan rumah kediaman Konsul Jenderal Amerika Serikat, Hunter Sharp.

Rumah ini sangat resik dan terawat. Sama sekali tak ada kesan angker dan seram seperti rumah lawas. Pengunjung diharuskan membuka sepatu dan mengganti alas kaki dengan slipper. Persis seperti ketika kita berkunjung ke rumah orang Jepang.

Di situ kita bisa melihat gaya hidup seorang pejabat asal Amerika di akhir abad ke-19. Selain ada perapian, ada juga jam antik yang ditaruh di atas piano di ruang makan.

Ruang pribadi ada di lantai dua. Ruang tidur utama dan ruang tidur anak direkonstruksi seperti di kehidupan abad ke-19. Kamar mandi pun modern dengan bak dan toilet duduk.

Tak melulu jadi museum, rumah lawas itu ada juga yang dimanfaatkan sebagai kedai kopi. Di tempat ini kita bisa berlama-lama menikmati keindahan dan keantikan rumah kuno itu sambil menyesap secangkir latte. (lin)