Membuat Bohlam LED Lebih Menyehatkan

Studi tentang masalah tidur telah mengungkapkan bahwa paparan sinar biru yang berlebihan pada malam hari dapat mengubah hormon seperti melatonin, terkadang menyebabkan insomnia, gangguan siklus tidur, dan masalah lainnya. Foto: zephyrnet.com
Studi tentang masalah tidur telah mengungkapkan bahwa paparan sinar biru yang berlebihan pada malam hari dapat mengubah hormon seperti melatonin, terkadang menyebabkan insomnia, gangguan siklus tidur, dan masalah lainnya. Foto: zephyrnet.com

sehatnews.id – Bohlam LED (light emitting diode) menawarkan keuntungan yang cukup besar dibandingkan jenis pencahayaan lainnya. Bohlam ini lebih efisien, karena membutuhkan lebih sedikit listrik untuk beroperasi.

Bohlam  LED tidak mengeluarkan panas yang tidak diinginkan seperti yang terjadi pada bola lampu pijar model lama. Yang terbaik dari lampu LED adalah mampu bertahan lebih lama dari lampu neon konvensional.

Tapi bohlam LED tidak bebas masalah. Banyak pertanyaan seputar dugaan hubungan antara masalah kesehatan seperti kelelahan, gangguan mood, dan insomnia akibat terlalu banyak terpapar cahaya biru yang dihasilkan bohlam LED standar saat ini.

Selain itu, harga yang lebih tinggi bisa mendorong pembeli untuk mempertimbangkan opsi lain.

Tim peneliti dari University of Houston yang dipimpin Jakoah Brgoch, Profesor Kimia di College of Natural Sciences and Mathematics dan peneliti utama di Texas Center for Superconductivity, Amerika Serikat (AS), sedang mengembangkan bohlam LED yang memancarkan sebagian besar energinya dari segmen warna ungu yang lebih aman dari spektrum cahaya yang tampak.

Mereka mengembangkan bahan unik bercahaya yang disebut fosfor, yang mampu menyerap emisi satu warna LED ungu dan mengubahnya menutupi sebagian besar spektrum yang terlihat.