Ibu Hamil Perlu Vaksinasi Covid-19?

Vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil akan memunculkan antibodi pada janin./foto:Freepik.com
Vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil akan memunculkan antibodi pada janin./fot: Freepik.com

sehatnews.id-Perempuan hamil termasuk salah satu kelompok yang rentan terhadap penularan virus SARS-CoV-2. Semula ibu hamil belum masuk prioritas untuk menjalani vaksinasi Covid-19, namun kini ada anjuran tentang perlunya vaksinasi bagi mereka.

Meski vaksin Covid-19 sudah tersedia di awal tahun ini, perempuan hamil belum disarankan untuk melakukan vaksinasi. Hal ini semata-mata karena belum ada penelitian yang mendukung tentang efek yang diharapkan dari vaksin tersebut.

Sekarang, sejumlah jenis vaksin sudah tersedia. Beberapa di antaranya adalah vaksin mRNA yang membuat calon ibu bisa mendapatkan vaksin Covid-19.

Demam dan Sakit Kepala
Direktur Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Rochelle Walensky, seperti dikutip USNews menunjukkan data tentang keamanan vaksin mRNA bagi ibu hamil. Hasil ini diperoleh dari analisis data skala besar terhadap lebih dari 35.600 perempuan hamil antara Desember dan Februari lalu yang menggunakan vaksin Pfizer maupun Moderna, yang merupakan vaksin mRNA.

Para ibu hamil ini melaporkan status kesehatan mereka kepada CDC. Dari analisis tersebut terlihat efek samping yang dirasakan oleh ibu hamil serupa dengan mereka yang mendapatkan vaksinasi dan tidak hamil, yaitu demam serta sakit kepala. Laporan tersebut juga memperlihatkan tidak ada kekhawatiran dalam hal keamanan terhadap calon ibu yang mendapatkan vaksinasi pada trimester ketiga atau janinnya. Hasil analisis ini dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine.

Muncul Antibodi pada Janin
Hal lain yang juga menguatkan keyakinan atas pemberian vaksin mRNA bagi ibu hamil adalah munculnya antibodi perlindungan bagi janin. Hasil diperoleh setelah para periset menilai 122 perempuan hamil yang mendapatkan vaksin tersebut. Mereka juga menganalisis darah tali pusat dari janin saat persalinan.

Dari analisis terlihat bahwa antibodi yang memberi perlindungan terhadap Covid-19 ditemukan pada 99 persen darah tali pusat janin yang ibunya mendapatkan dua dosis vaksin. Sementara ibu yang menerima satu dosis vaksin, antibodi yang dijumpai pada darah tali pusat janin adalah 44 persen.

Menurut penulis utama dan associate director dari Weill Cornell Medicine, New York, Dr. Malavika Prabhu,” Mendapatkan dua dosis vaksin sebelum persalinan, akan meningkatkan kemungkinan antibodi disalurkan ke janin.”

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Obstetrics&Gynecology ini, juga menunjukkan bahwa vaksin tersebut merangsang produksi antibodi pada ibu hamil dengan segera, yaitu lima hari setelah mendapat dosis vaksin pertama. Sementara transfer antibodi melalui plasenta ke janin dimulai 16 hari setelah suntikan dosis pertama.

Semakin tinggi antibodi ibu, semakin tinggi juga antibodi pada janin. Juga, semakin lama sejak vaksinasi dilakukan, semakin besar kemunginan ibu dan janinnya memiliki antibodi yang dapat dideteksi.

Dari studi ini, dikatakan Dr. Yawei Jenny Yang, asisten profesor patologi dan laboratorium dari Weill Cornell Medicine, perempuan hamil sebaiknya tidak menunda untuk mendapatkan dua dosis vaksin, jika mereka bisa mengaksesnya.

“Memastikan waktu yang cukup antara vaksinasi dan persalinan, akan meyakinkan ibu hamil memiliki waktu yang cukup untuk meningkatkan respon antibodi serta waktu yang cukup untuk memindahkan antibodi melalui darah tali pusat,’ terang Dr. Yang, seperti dikutip USNEWS.

Hanya saja, ditambahkan Dr. Prabhu, “Kami belum tahu kadar antibodi yang memberikan perlindungan terhadap Covid-19 dan berapa lama antibodi perlindungan ini akan bertahan, baik pada ibu atau janin.”

Diskusikan dengan Dokter
CDC merekomendasikan perempuan hamil untuk mendapatkan vaksin Covid-19. “Namun kami memahami bahwa ini adalah keputusan pribadi. Karenanya, saya mendorong mereka untuk berkonsultasi dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan primer guna menentukan langkah terbaik bagi mereka ataupun janinnya,” terang Walensky.

Jika Anda masih bingung dengan keputusan untuk menerima vaksin atau tidak saat hamil, CDC memberikan sejumlah pertimbangan ini:
* Risiko Anda terpapar Covid-19.
* Risiko terkena penyakit berat.
* Manfaat yang diketahui dari vaksinasi.
* Bukti yang masih terbatas tetapi cukup berkembang tentang keamanan vaksinasi selama hamil.

Kalaupun masih belum bisa atau ragu-ragu untuk melakukan vaksinasi, cara teraman dalam melindungi ibu dan janinnya adalah dengan tetap menjaga kebersihan tangan, pembatasan sosial, dan penggunaan masker. (dys)