Infrastruktur Buruk Bikin Orang Mager

Jalur pejalan kaki yang bagus baru tersedia di pusat kota./foto: lin
Jalur pejalan kaki yang bagus baru tersedia di pusat kota./foto: lin

sehatnews.id-Menurut sebuah studi dari Stanford University, setiap hari orang Indonesia berjalan kaki rata-rata hanya 3.513 langkah. Itu artinya orang Indonesia terhitung paling malas berjalan kaki. Di tingkat global orang berjalan rata-rata 5.000 langkah per hari.

Studi  yang diterbitkan di jurnal Nature itu menyebutkan bahwa orang Hong Kong adalah yang paling rajin jalan kaki. Mereka berjalan rata-rata 6.880 langkah per hari. Posisi kedua orang teraktif di dunia adalah warga Tiongkok (6.180 langkah). Posisi ketiga dipegang oleh orang Ukraina (6.107 langkah).

“Orang Indonesia terhitung paling malas jalan kaki”

Mengapa orang Indonesia kurang gerak? Salah satu penyebabnya adalah minimnya prasarana penunjang olahraga. Pemerintah daerah di Indonesia tidak menyediakan prasarana olahraga yang memadai. Jalur khusus untuk pejalan kaki juga tidak tersedia. Lalu RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) yang di DKI dimulai di era Gubernur Ahok saat ini kurang terdengar lagi aktivitasnya.

Sarana untuk jalan kaki yang memadai baru tersedia di pusat-pusat kota. Di pinggiran kota jalur pejalan kaki tidak rata. Terkadang jalur itu diserobot jadi tempat parkir atau lahan berjualan. Alhasil masyarakat lebih memilih naik sepeda motor kendati hanya pergi ke warung yang jaraknya sekitar 100-200 meter dari rumah.

Sebetulnya masyarakat Indonesia terutama kalangan menengah ke bawah masih terbilang banyak bergerak. Mereka ini justru paling banyak melakukan aktivitas fisik. Sedangkan masyarakat kelompok menengah ke atas yang jarang bergerak atau malah mager alias malas gerak. (*)

*) Dr. Michael Triangto, Sp.KO adalah dokter spesialis olahraga lulusan Fakultas Kedokteran Universitas indonesia. Saat ini berpraktik di RS Mitra Kemayoran, Jakarta.