Ayo Kecilkan Volumenya!

Mendengarkan suara yang terlalu kencang melalui headphone dalam waktu lama berpotensi memicu terjadinya ketulian./foto: Freepik.comfoto: Freepik.com
Mendengarkan suara yang terlalu kencang melalui headphone dalam waktu lama berpotensi memicu terjadinya ketulian./foto: Freepik.com

sehatnews.id – Penggunaan headset, headphone, atau earphone semakin meningkat di era normal baru ini. Kegiatan wfh (work from home) dan sekolah daring memerlukan perangkat, salah satunya peranti dengar tersebut.

Namanya alat bantu semestinya memang memberi manfaat bagi penggunanya. Namun tak jarang pemakaian peranti dengar ini malah menimbulkan risiko gangguan pada pendengaran. Hal ini terjadi karena kebiasaan si pengguna, terutama kaum remaja, menyetel volume suaranya begitu kencang.

WHO pun memperkirakan sekitar 1 miliar orang muda di seluruh dunia berisiko kehilangan pendengaran akibat kebiasaan mendengarkan, melalui peranti dengar, yang tidak sehat. Di Amerika Serikat 1 dari 4 orang mengalami gangguan pendengaran akibat paparan suara bising melalui peranti dengar.

Para peneliti dari University of Leicester, Inggris menyatakan, menaikkan volume headphone terlalu tinggi, dapat merusak selaput sel saraf yang pada akhirnya dapat memicu ketulian sementara. Ketulian sementara dan tinnitus (muncul suara denging atau dengung di telinga) dapat disebabkan oleh suara yang lebih keras dari 110 desibel. Sebagai gambaran, pemutar MP3 saat ini bisa menghasilkan suara hingga 120 desibel. Ini setara dengan suara bising di konser musik rock.

Untuk mengurangi risiko gangguan pendengaran akibat penggunaan peranti dengar, coba lakukan langkah berikut:

  1. Ikuti aturan 60/60. Pasang volume di angka 60 persen dari volume maksimum dengan total waktu penggunaan 60 menit saja per hari. Jika volumenya maksimal, sebaiknya mendengarkan sekitar 5 menit saja.
  2. Headphone yang menutup seluruh telinga lebih dianjurkan daripada earphone yang langsung diletakkan ke dalam lubang telinga. Tetapi alat apa pun yang dipakai, kuncinya adalah ‘yang sedang-sedang saja’, jangan berlebihan.
  3. Kecilkan volume. Jika Anda tidak mendengar suara lain di sekeliling, pertanda tingkat desibel peranti dengar yang Anda gunakan terlalu tinggi. Ayo kurangi volumenya!
  4. Gunakan pereda bising (noise cancelling) di headphone. Peredam bising mampu melindungi pengguna dari potensi risiko paparan kebisingan yang berkepanjangan, termasuk dengan menetralkan kebisingan di sekitar.
  5. Istirahatlah. Ambil waktu rehat 5 menit setelah menggunakan headphone 30 menit, atau 10 menit istirahat setelah 60 menit penggunaan.
  6. Bersihkan headphone secara teratur untuk menghindari kontaminasi bakteri, keringat, dan serpihan kulit mati yang terkelupas, sehingga risiko infeksi pada telinga juga bisa diminimalisasi. (rin)