Mengapa Virus Corona Bermutasi?

Virus corona varian Delta yang memiliki kemampuan lebih cepat menular ini telah terdeteksi di 9 provinsi di Indonesia./Foto: The Conversation
Virus corona varian Delta yang memiliki kemampuan lebih cepat menular ini telah terdeteksi di 9 provinsi di Indonesia./Foto: The Conversation

sehatnews.id – Sudah lebih dari satu tahun pandemi Covid-19 melanda dan entah kapan akan berakhir. Alih-alih mencapai titik terang, kini pandemi Covid-19 justru semakin menggila. Di berbagai media sosial beredar banyak foto viral yang menunjukkan ruang Instalasi Gawat Darurat penuh. Tampak para pasien bergelimpangan di IGD, menunggu ruang perawatan kosong. Tidak sedikit pasien kritis yang terpaksa diinapkan di luar ruang Intensive Care Unit, karena ICU penuh.

Peningkatan kasus ini tidak lepas dari kelalaian masyarakat yang menganggap remeh Covid-19, sehingga rantai penularan terus terjadi. Masyarakat yang termakan hoaks, menolak vaksin, hingga munculnya varian baru yang semakin meresahkan masyarakat di berbagai belahan dunia.

Salah satu varian baru Covid-19 yang mendapat perhatian khusus adalah varian Delta (B.1.617.2) dari India yang diketahui muncul pada awal tahun 2021. Medscape menyatakan bahwa varian Delta adalah varian yang mempunyai kemampuan lebih tinggi untuk berikatan dengan reseptor ACE dan lebih cepat menular.

Dilansir dari Kompas.com (Selasa, 22/6/2021) Siti Nadia Tarmizi (Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI) menyebutkan varian Delta telah terdeteksi di 9 provinsi, yaitu di Banten, DKI Jakarta, Gorontalo, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan.

Mengapa Ini Terjadi?

Secara natural virus dapat bermutasi dan mutasi dapat terjadi di genom SARS-CoV-2. Tidak seperti DNA manusia yang lambat bermutasi, RNA virus dapat dengan cepat dan siap bermutasi. SARS-CoV-2 selalu berubah.

Ketika terjadi penularan dari satu orang ke orang lain, virus membuat duplikasi (proses replikasi) dirinya di tubuh inang baru, yaitu orang yang terinfeksi. Di dalam proses replikasi ini virus membuat protein spesifik agar virus tersebut dapat bekerja. Perubahan ini membuat virus juga berubah. Hal inilah yang dinamakan mutasi. Sebuah virus dengan satu atau lebih mutasi dikenal sebagai ‘varian’ dari virus sebelumnya seperti varian Delta dari SARS-CoV-2.

Ketika virus tersebar di dalam suatu populasi dan menyebabkan banyak orang terinfeksi, kesempatan virus untuk bermutasi semakin meningkat. Semakin banyak virus yang menyebar, semakin sering virus ini bereplikasi, semakin besar kemungkinan terjadi perubahan pada virus dan bermutasi menjadi varian baru.

Cara Mencegah Munculnya Varian Baru

Menghentikan penyebaran virus di masyarakat adalah kuncinya. Masyarakat harus patuh dan menerapkan protokol kesehatan 6M, yaitu mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun, menggunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan tempat tertutup, membatasi mobilisasi dan interaksi, dan menghindari makan bersama.

Dengan menghindari penularan virus berarti kita mengurangi kesempatan virus tersebut bermutasi menjadi varian baru. (*)

*) dr. Almira Talitha Ulima adalah alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha Bandung. Saat ini bertugas sebagai dokter perusahaan di sebuah perusahaan batubara di Kalimantan Timur.