Olahraga Ringan Kontrol Gula Darah

Olahraga jalan kaki membantu mengendalikan kadar gula darah, juga menurunkan kolesterol dan mengurangi berat badan./foto: self.com
Olahraga jalan kaki membantu mengendalikan kadar gula darah, juga menurunkan kolesterol dan mengurangi berat badan./foto: self.com

sehatnews.id – Diabetes adalah penyakit yang berbahaya ketika gula darah tak terkontrol. Olahraga merupakan salah satu cara untuk mengontrolnya.

Olahraga untuk menjaga kesehatan diabetesi (pengidap diabetes) tidak boleh berat. Olahraga untuk meningkatkan derajat kesehatan disebut sport therapy. Ini merupakan program pengobatan menggunakan olahraga terukur untuk meningkatkan derajat kesehatan dan membantu proses penyembuhan.

Namun, olahraga saja tidak cukup untuk mengontrol penyakit. Perlu dibantu dengan pengaturan pola makan, gaya hidup, dan obat-obatan bila diperlukan.

Khusus untuk diabetes, dokter harus mewaspadai kemungkinan gangguan penglihatan, juga gangguan persarafan serta gangguan sensasi pada kaki atau perabaan.

Denyut jantung dan pembuluh darah pun harus diperhatikan. Kolesterol dan tekanan darah tinggi harus terkontrol. Riwayat serangan jantung harus diketahui dokter. Ketika itu semua diperhatikan, tidak ada halangan lagi untuk berolahraga.

Olahraga ringan bermanfaat menurunkan tekanan darah pada diabetesi yang biasanya juga mengalami hipertensi. Kolesterol pun lebih terkontrol. Olahraga teratur, terukur, dan berkesinambungan bisa menurunkan risiko gangguan pembuluh darah, mencegah stroke, mencegah gangguan jantung, komplikasi ginjal, persarafan, serta mengurangi stres.

Program olahraga untuk diabetes sedapat mungkin disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing. Latihan ini berintensitas rendah, durasi pendek. Jika memungkinkan latihan ditambah secara bertahap.

Olahraga intensitas rendah ini bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Ujungnya gula darah dan kolesterol pun ikut turun. Olahraga yang disarankan adalah jalan kaki. Total latihan yang disarankan 150 menit per minggu. Ini bisa dicicil dengan jalan kaki 3-5 kali seminggu, 30 menit per hari. Per hari pun bisa dicicil pagi, siang, dan sore. Selama pandemi jalan kaki bisa dilakukan di dalam rumah.

Yang tak kalah penting, keluhan sebelum, saat, dan sesudah olahraga harus dikonsultasikan ke dokter. Saat olahraga tubuh harus terasa nyaman, tidak sakit.

Diabetesi tidak boleh berkeringat berlebihan saat olahraga, karena salah satu gejala diabetes adalah banyak buang air kecil. Berkeringat berlebihan membuat diabetesi dehidrasi.

Jangan lupa membawa camilan saat berolahraga untuk mencegah gula darah turun drastis. Segera makan camilan bila tiba-tiba timbul keringat dingin, mata berkunang-kunang, dan sakit kepala. (*)

Bidang yang ditangani dokter spesialis olahraga sangat luas. Foto: Dok. Pribadi

*) Dr. Michael Triangto, Sp.KO. adalah dokter spesialis olahraga lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Saat ini berpraktik di RS Mitra Kemayoran, Jakarta.