JK: Daftar Tunggu Plasma Konvalesen Capai Ribuan Kantong

sehatnews – Plasma konvalesen merupakan terapi pendamping untuk menyembuhkan pasien Covid-19. Plasma darah penyintas Covid-19 yang berwarna kekuningan ini mengandung zat antibodi dan diyakini dapat membantu meningkatkan pertahanan antibodi penderita terhadap virus. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyetujui penggunaan plasma konvalesen dengan catatan sang pendonor pernah positif Covid-19 dan sudah sembuh.

Banyaknya permintaan akan plasma konvalesen membuat Palang Merah Indonesia (PMI) berupaya jemput bola penyintas Covid-19 yang bersedia berdonor plasma. Bekerja sama dengan Bluebird Group, PMI menyediakan jemput-antar donor plasma konvalesen secara gratis. Layanan kemanusiaan ini diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan plasma konvalesen yang mengalami peningkatan beberapa pekan ini.

Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, melepas sejumlah armada transportasi jemput-antar donor plasma konvalesen di area Gudang Darurat Covid-19, Jakarta Selatan, awal minggu ini. Inovasi layanan tersebut, dijelaskan JK, merupakan pengembangan layanan jemput-antar pasien. Dengan kemudahan tersebut, JK berharap para penyintas Covid-19 dapat terlayani secara maksimal untuk mendonorkan plasma darahnya.

“Kami sudah berupaya secara maksimal untuk mendistribusikan plasma konvalesen. Persoalannya jumlah penyintas yang mendonor sedikit, sementara permintaannya saat ini tinggi sekali. Di Jakarta saja daftar tunggunya mencapai ribuan,” tutur JK. Ini merupakan salah satu terapi yang efektif menurut ahli. PMI sudah melakukan pelayanan donor plasma berdasarkan standar yang berlaku sejak lama. Untuk plasma konvalesen, sejak pandemi sudah terdistribusi 50 ribuan kantong.

PMI, kata JK, mampu mengolah 800-an kantong darah dalam sehari dari 42 fasilitas pengolahan plasma konvalesen. Namun, kapasitas pengolahan tersebut belum diimbangi dengan jumlah donor plasma. “Karena itu kita jemput bola. Jadi donor bisa meminta layanan ini agar dijemput dan diantar ke fasilitas donor plasma konvalesen PMI, pulang juga diantar, nanti mekanismenya diatur,” sebut JK.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Blue Bird Tbk., Sigit Djokosoetono menuturkan bahwa kerja sama dengan PMI merupakan tanggung jawab sosial korporasi untuk memberikan kontribusi dalam percepatan penanggulangan pandemi Covid-19. “Didukung standar operasional kesehatan yang ketat menggunakan cairan disinfektan sebelum maupun sesudah beroperasi dan tingkat vaksinasi 100 persen kepada pengemudi, kami berharap layanan ini bermanfaat bagi masyarakat luas terutama di masa menantang seperti sekarang ini,” tuturnya. (sar)