Pemerintah Menambah 16 RS Darurat Covid-19 di 7 Kota

Penyelesaian renovasi Gedung PKIA Kiara RSCM paling lambat selesai pada tiga pekan ke depan. Foto: Kementerian PUPR
Penyelesaian renovasi Gedung PKIA Kiara RSCM paling lambat selesai pada tiga pekan ke depan. Foto: Kementerian PUPR

sehatnews.id – Guna memenuhi kebutuhan tempat penanganan akibat lonjakan jumlah penderita Covid-19, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ditugaskan menyiapkan tambahan 16 bangunan yang akan dikonversikan menjadi fasilitas Rumah Sakit Darurat Covid-19 di 7 kawasan perkotaan, yakni Jakarta, Bandung, DI Yogyakarta, Semarang, Solo Raya, Surabaya, dan Bali.

“Sesuai dengan tugas yang diberikan oleh Pemerintah, Kementerian PUPR menyiapkan tidak hanya ruang isolasi, tetapi juga rumah sakit. Contohnya Asrama Haji di Pondok Gede yang terdiri dari lima gedung yang telah diubah menjadi Rumah Sakit Darurat untuk penanganan Covid-19 dengan total hampir 900 tempat tidur, termasuk untuk menampung tenaga kesehatan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan persnya, Senin (19/7/2021).

Gedung Asrama Haji Pondok Gede yang dimanfaatkan sebagai rumah sakit Covid-19 adalah Gedung A, Gedung B, Gedung C, Gedung H dan terakhir Gedung D5 yang sudah beroperasi secara bertahap sejak Jumat (16/7/2021), termasuk  Gedung D3 dan D4 yang akan dimanfaatkan untuk para tenaga kesehatan (Nakes).

Selain di Asrama Haji Pondok Gede, di Jakarta juga disiapkan Rumah Susun (Rusun) Tingkat Tinggi Pasar Rumput, dan Gedung Pusat Kesehatan Ibu Anak (PKIA) Kiara di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Gedung PKIA Kiara di RSCM akan memanfaatkan bangunan di lantai 3,4,5 dan 8,9,10 dengan total 394 tempat tidur. Renovasi Gedung PKIA Kiara RSCM selesai paling lambat tiga pekan ke depan.

Sementara Rusun Tingkat Tinggi Pasar Rumput memanfaatkan tiga tower yang ada dengan total 5.952 tempat tidur. Untuk Tower 1 akan memanfaatkan 689 unit dengan total 2067 tempat tidur, Tower 2 sebanyak 606 unit total 1818 tempat tidur, dan Tower 3 sebanyak 689 unit total 2067 tempat tidur.

Lantas ada dua fasilitas di Bali dan empat fasilitas di DI Yogyakarta yang ditargetkan dapat beroperasi mulai Senin (19/7/2021). “Sedangkan terdapat setidaknya tiga fasilitas RS Darurat  Covid-19 di Bandung yang disiapkan dan diperkirakan mulai beroperasi Rabu (21/7/2021),” ujar Menteri Basuki.

Di Surabaya saat ini tengah disiapkan RS Indrapura Surabaya untuk menjadi layanan pasien  Covid-19 yang diperkirakan penyelesaian renovasinya rampung awal Agustus 2021.

Kementerian PUPR juga tengah menyiapkan fasilitas isolasi dan perawatan Covid-19 di Semarang dan Solo Raya yang diperkirakan dapat beroperasi mulai Kamis (22/7/2021).

Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi, Direktorat Jenderal Cipta Karya juga siap mengonversikan bangunan lain di luar Pulau Jawa-Bali menjadi RS Darurat Covid-19 sesuai perintah Presiden berdasarkan hasil evaluasi bersama Kementerian Kesehatan dan Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI.

Sebelumnya, sejak pandemi terjadi pada tahun 2020 terdapat beberapa RS Darurat Covid-19 yang telah disiapkan Kementerian PUPR antara lain RS Pulau Galang di Kepulauan Riau, Wisma Atlet Kemayoran, Rusun Pasar Rumput, RSUD Lamongan, RS Universitas Muhammadiyah Malang, dan RS Akademik UGM Yogyakarta. (jos)