Statin Mungkin Pangkas Risiko Kematian Akibat Covid-19

Perawatan pasien Covid-19. Statin mungkin dapat membantu menurunkan keparahan./foto: usnews.com
Perawatan pasien Covid-19. Statin mungkin dapat membantu menurunkan keparahan./foto: usnews.com

sehatnews.id – Orang dengan riwayat penyakit jantung atau hipertensi, obat penurun kolesterol, statin mungkin bisa menurunkan risiko kematian, bila terkena covid-19. Demikian kesimpulan studi yang meneliti sekitar 10.500 pasien di 104 rumah sakit di Amerika Serikat, antara Januari – September 2020.

Semua responden dirawat karena sakit parah akibat Covid-19. Sebelum terkena Covid-19, 42 persen responden biasa mengonsumsi obat statin untuk mengendalikan kolesterol tinggi. Sekitar 7 persen di antaranya hanya mengonsumsi statin dan 35 persen mengonsumsi statin plus obat-obatan pengendali hipertensi.

“Kami menemukan, pasien yang mengonsumsi statin sebelum dirawat di rumah sakit karena Covid-19 memiliki risiko kematian 41 persen lebih rendah selama dirawat. Ini bahkan setelah disesuaikan dengan faktor-faktor lain seperti usia, jenis kelamin atau kondisi medis lain, serta jenis asuransi yang dimiliki,” kata peneliti, Dr. Lori Daniels.

Setelah menganalisis data yang dikumpulkan oleh American Heart Association, tim peneliti menyimpulkan, penggunaan statin juga berhubungan dengan risiko 25 persen lebih rendah mengalami keparahan karena terinfeksi Covid-19.

“Mengapa demikian? Statin mungkin menstabilkan penyakit jantung yang diderita pasien sehingga mereka lebih cenderung sembuh saat terkena Covid-19,” kata Dr. Daniels, Direktur ICU penyakit jantung di University of Carolina, San Diego, AS.

Namun, tak semua pasien yang mengonsumsi statin tersebut menderita penyakit jantung. Tidak sedikit pasien yang relatif sehat mengonsumsi statin untuk mencegah terkena penyakit jantung.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah statin juga bisa menurunkan risiko kematian pasien Covid-19 tanpa penyakit jantung serius? Peneliti belum dapat menjawab pertanyaan ini.

Dr. Daniels menyatakan statin mengandung zat antiradang. Tim peneliti menemukan bahwa statin menurunkan risiko kematian sampai 16 persen di antara pasien yang tak memiliki penyakit jantung sebelumnya.

Kendati demikian, ia memperingatkan pasien yang jantungnya sehat bahwa penelitian ini “secara statistik tidak signifikan”. “Penelitian ini tidak bisa disimpulkan bahwa memberi statin bagi pasien yang belum pernah mengonsumsinya akan membantu mengatasi Covid-19,” jelasnya.

“Namun, pada keadaan lain di samping Covid-19, pasien yang dirawat karena penyakit jantung, studi membuktikan bahwa memberi statin di awal perawatan rumah sakit pada pasien yang belum mengonsumsinya memperbaiki keadaan. Tindakan ini mengurangi risiko serangan jantung di masa depan dan kematian,” tambahnya.

Direktur Ahmanson UCLA Cardiomyopati Center, Dr. Gregg Fonarow mengakui ada minat untuk menyelidiki apakah obat penyakit jantung, termasuk di antaranya obat hipertensi dan statin bisa diberikan kepada pasien Covid-19 demi menekan keparahan dan fatalitasnya.

“Ada sejumlah studi observasional yang menemukan ada hubungan antara konsumsi obat-obatan tersebut dan keparahan Covid-19 serta hasil klinisnya,” kata Fonarow yang tak ikut dalam penelitian tersebut.

Ia menekankan bahwa menemukan manfaat potensial sangatlah sulit mengingat ada banyak faktor yang dapat memengaruhi kesembuhan pasien Covid-19. Ia pun menunjukkan bahwa uji coba lain yang melibatkan pasien Covid-19 dengan penyakit jantung belum menemukan manfaat atau bahaya yang terkait dengan obat-obatan tersebut.

Penelitian tambahan, ujarnya, saat ini sedang berjalan. “Panduan saat ini merekomendasikan meneruskan terapi ini,” katanya. (lin)