Makanan Ini Bisa Mengikis Lemak Hati

Bit mengandung banyak mineral dan vitamin antioksidan untuk menyehatkan hati./foto: indiatimes.com
Bit merah mengandung banyak mineral dan vitamin antioksidan untuk menyehatkan hati./foto: indiatimes.com

sehatnews.id – Hari ini, Rabu, 28 Juli dunia memperingati Hari Hepatitis dengan tema “Hep Can’t Wait. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran global terhadap penyakit hepatitis B dan hepatitis C serta mendorong pencegahan, diagnosis, dan pengobatan.

Salah satu penyakit yang mengenai hati (liver) yaitu penyakit perlemakan hati. Penyakit ini bisa disebabkan oleh konsumsi alkohol dan karena obesitas. Sering mengonsumsi makanan olahan dan pola hidup mager (malas gerak) menjadi penyebab terbanyak perlemakanan hati nonalkohol. Prevalensi penyakit perlemakan hati nonalkohol di Indonesia sekitar 30,6 persen.

Penyakit perlemakan hati ini sebetulnya mudah dicegah dan juga diperbaiki jika sudah terjadi, antara lain dengan pola makan sehat. Intinya adalah mengonsumsi banyak buah, sayur, polong-polongan dan padi-padian. Juga disarankan rutin olahraga, seperti aerobik 30 menit minimal 4 kali seminggu.

Selain itu dianjurkan membatasi asupan garam, gorengan, daging merah, roti putih, makanan manis, seperti permen, kukis, soda, dan menghindari alkohol.  Gula darah tinggi mesti dikendalikan, karena dapat menambah timbunan lemak di hati.  

Berikut ini beragam makanan yang sebaiknya Anda santap untuk membantu membuang perlemakan yang menyelimuti hati:

  • Brokoli. Keluarga kubis, seperti brokoli, sawi, dan kol brussel bisa membantu mencegah pembentukan lemak hati dan menurunkan berat badan. Studi pada hewan menunjukkan ekstrak brokoli dan kol brussel dapat meningkatkan kadar enzim detoksifikasi dan melindungi hati dari kerusakan. Bila kol dimasak, menurut studi lain menunjukkan manfaat yang sama. Studi pada tahun 2016 menemukan tikus yang makan brokoli mengalami lebih sedikit penyakit perlemakan hati dan tumor dibanding kelompok kontrol.
  • Bit. Studi pada tikus yang diberi jus bit, menunjukkan umbi merah ini dapat membantu mengurangi kerusakan oksidatif dan peradangan di hati, dengan meningkatnya enzim detoksifikasi alami.
  • Kacang-kacangan. Menurut studi yang dilakukan tahun 2019, pola makan tinggi kacang-kacangan dapat mengurangi risiko penyakit perlemakan hati. Lebih dianjurkan mengonsumsi kacang panggang ketimbang kacang goreng.
  • Tahu. Studi di University of Illinois, AS, pada tikus menemukan protein kedelai dapat mengurang pembentukan lemak di dalam hati. Tahu rendah lemak dan tinggi protein.
  • Ikan. Asam lemak omega-3 yang ada pada ikan, di antaranya tuna, sardin, kembung dapat membantu memperbaiki kadar lemak di hati dan mengurangi peradangan. Studi analisis di tahun 2016 menemukan, omega-3 membantu menurunkan lemak hati dan trigliserida pada penyakit perlemakan hati nonalkohol.
  • Alpukat. Daging buah yang creamy ini mengandung lemak sehat dan serat yang bisa memperlambat kerusakan hati dan membantu menjaga berat badan.
  • Susu. Menurut studi yang dilakukan pada tikus pada tahun 2011, protein whey pada susu rendah lemak dapat melindungi hati dari kerusakan.
  • Oatmeal. Karbohidrat dari biji-bijian utuh yang kaya serat ini akan memberikan energi bagi tubuh dan membantu menjaga berat badan normal, sehingga mencegah terjadinya perlemakan hati.
  • Minyak Zaitun. Omega-3 dalam minyak zaitun baik untuk membantu menurunkan kadar enzim hati dan mengontrol berat badan. Studi kecil pada 11 orang dengan penyakit perlemakan hati nonalkohol yang diberi 1 sdt minyak zaitun per hari, dapat memperbaiki enzim liver dan kadar lemak.
  • Bawang putih. Studi eksperimen dengan bubuk bawang putih menunjukkan adanya penurunan berat badan dan lemak pada orang dengan penyakit perlemakan hati.
  • Kopi. Studi menunjukkan orang dengan penyakit perlemakan hati yang rutin minum kopi, risiko mengalami kerusakan hati lebih kecil dibandingkan yang tidak minum. Rupanya kafein kopi mampu menurunkan enzim abnormal pada liver. Selain itu mengurangi peradangan dan meningkatkan antioksidan glutation, juga menurunkan risiko sirosis atau kerusakan hati permanen pada orang dengan penyakit hati kronis.
  • Teh. Sejumlah peneliti mempelajari bahwa teh hijau dapat mengurangi timbunan lemak di hati, memperbaiki fungsi hati, dan menurunkan kolesterol. Studi di Jepang menemukan minum 10 cangkir teh hijau per hari berkaitan dengan perbaikan penanda darah dari liver yang sehat. Tak hanya teh hijau. Teh hitam juga menurut studi pada tikus menunjukkan kemampuan memperbaiki kesehatan hati. (rin)