Ini Alasan Bumil Mengidam

Ibu hamil tak jarang mengidam makanan atau minuman yang sebelumnya tidak disukai./foto: Freepik.com
Ibu hamil tak jarang mengidam makanan atau minuman yang sebelumnya tidak disukai./foto: Freepik.com

sehatnews.id – Saat seorang perempuan sedang hamil, pertanyaan yang sering dilontarkan adalah “Kamu ngidam apa?” Mengidam memang sering dialami pada ibu hamil dan ada alasan di balik mengidam itu.

Hamil kerap diidentikkan dengan mengidam. Ya, tidak semua ibu hamil mengidam sih. Tetapi memang sering terdengar kalau ibu hamil ada yang mengidam sesuatu. Ada yang ingin rujak saat tengah malam atau malah kepikiran untuk menyantap nasi pecel madiun menjelang dini hari.

Mungkin Anda juga mengalaminya. Tiba-tiba saja menginginkan es krim rasa teh hijau yang ada di salah satu gerai cepat saji. Atau entah kenapa, Anda ingin makanan yang sebelumnya tidak disukai. Misalnya saja, yang sebelumnya tidak suka cokelat, saat hamil kok jadi ingin makan cokelat.

Mengidam atau craving terhadap makanan atau minuman tertentu saat hamil, seperti disebutkan dalam BBC, kerap dipertimbangkan sebagai cara untuk memenuhi sejumlah kebutuhan nutrisi pada ibu hamil atau janinnya. Jenis makanan yang diinginkan akan berbeda di setiap budaya. Sebagai contoh, di Jepang, ibu hamil rupanya paling sering mengidam nasi.

Namun, studi yang melihat tentang keinginan untuk mengonsumsi makanan tertentu yang akan memberikan nutrisi spesifik bagi kehamilan nyatanya tidak memberi sumber nutrisi yang baik sama sekali. Malah ibu hamil yang mengidam cenderung bertambah berat badannya. Tetapi tidak semuanya seperti ini, kok.

Bukti Dukungan Keluarga
Di sisi lain, kehamilan juga dilihat sebagai waktu ketika mengidam tidak dinilai sebagai sesuatu yang berlebihan. Kultur ini, dikatakan Julia Hormes, profesor psikologi di State University of New York, sepertinya menjadi ciri khas di waktu tertentu dan pengecualian bahwa tidak apa-apa untuk mengonsumsi makanan yang biasanya harus dihindari.

Selain itu, ada faktor budaya tambahan yang berkaitan dengan mengidam saat hamil. Faktor ini berhubungan dengan dukungan orang sekitar atau keluarga. Sebuah studi pada perempuan rural di Tanzania menyebutkan adanya keinginan untuk makan daging, ikan, biji-bijian, buah, dan sayuran. Dari kondisi ini terlihat bahwa menyediakan makanan yang diinginkan menjadi tanda dukungan sosial dari suami dan keluarganya.

Itu sebabnya, ketika seorang perempuan hamil minta dicarikan pecel madiun saat tengah malam, ia tidak hanya menginginkan makanan itu, tetapi juga ingin memastikan bahwa orang tersebut ada untuk dirinya. ini juga menunjukkan bahwa di saat seseorang yang disayangi membawakannya untuk Anda, memiliki nilai berharga dibandingkan dari makanan tersebut.

Cari Makanan yang Dihindari
Menurut Elisa Zied, ahli nutrisi yang menjadi juru bicara American Dietetic Association, ada kemungkinan perempuan yang merasa mual, perut kembung, kelelahan, yang menjadi efek dari hormon kehamilan, akhirnya mencari makanan untuk menambah kenyamanan mereka. “Sejumlah perempuan yang menahan diri terhadap makanan tertentu sebelum hamil, berpikir bahwa hamil menjadi waktu untuk menyenangkan diri mereka atas makanan yang biasanya dihindari,” jelas Elisa seperti dikutip WebMD.

Hal ini yang dirasakan Elisa. Saat hamil, ia mengidam muffin dengan lelehan keju di atasnya seperti yang biasa disantap ketika remaja. Hanya saja, ketika ia menginginkan makanan tersebut, porsi yang disantap sedikit saja dan rendah lemak.

Sebenarnya, kalau Anda mengidam suatu makanan atau minuman ketika hamil, oke-oke saja kok. Selama Anda tetap menjalani diet makan sehat seimbang dengan mengonsumsi beragam makanan sehat. Jika Anda sangat ingin mengunyah cokelat, pastikan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan dan pilih cokelat hitam ketimbang cokelat susu.

Supaya mengidamnya tidak kebablasan, ada sejumlah tips yang bisa membantu mengatasinya, terutama ketika menginginkan makanan yang tidak sehat.


1. Makan teratur dengan sumber makanan yang sehat untuk membantu mencegah rasa lapar yang berlebihan. Anda juga bisa membagi makanan menjadi enam porsi kecil.
2. Penuhi dapur dan lemari es dengan makanan serta kudapan sehat seperti buah-buahan segar, yoghurt, susu rendah lemak, kacang-kacangan seperti almond, biskuit gandum, atau oat.
3. Tidak berbelanja makanan di kala lapar. Percayalah, belanja kebutuhan makanan di saat lapar hanya akan membuat Anda kalap mata dan akhirnya malah memilih makanan yang tidak sehat.
4. Pilih makanan dengan indeks glikemik rendah. Makanan jenis ini akan membuat rasa kenyang lebih lama.
5. Banyak istirahat. Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur cenderung membuat Anda malah melahap makanan yang tinggi kalori dibandingkan makanan sehat.
6. Lakukan olahraga secara teratur. Konsultasikan dengan dokter jenis olahraga maupun aktivitas fisik yang aman bagi kehamilan Anda.
7. Kalaupun masih menginginkan makanan tertentu yang tergolong tinggi kalori atau lemak, santap dalam porsi kecil saja. Selamat menikmati masa mengidam Anda, ya! (dys)