Intip Pola Makan Atlet Renang Olimpiade

Atlet renang olimpiade perlu asupan ribuan kalori untuk performa yang optimal./foto: olympics.com
Atlet renang olimpiade perlu asupan ribuan kalori untuk performa yang optimal./foto: olympics.com

sehatnews.id – Perenang butuh asupan ribuan kalori sehari. Atlet renang asal AS, Michael Phelps pernah diklaim membutuhkan 12.000 kalori sehari demi memenuhi kebutuhan energi saaat berlatih untuk olimpiade. Angka 12.000 itu kesannya banyak sekali.

Sejatinya kebutuhan kalori atlet renang dengan raihan medali emas terbanyak itu memang tak jauh dari takaran tersebut. Dalam sehari, ia menyebutkan, membutuhkan asupan antara 8.000 hingga 10.000 kalori.

Jumlah tersebut tentu banyak sekali bila dibandingkan dengan orang biasa yang membutuhkan sekitar 2000 kalori saja. Menurut ahli gizi olahraga dari Eastern Michigan University, Allison Mankowski kebutuhan ribuan kalori itu normal bagi atlet elit renang.

Renang termasuk satu dari tiga jenis olahraga yang paling membakar kal, setelah lari dan bersepeda. Tergantung pada berat badan dan faktor-faktor fisik lainnya, berenang gaya kupu-kupu secara umum dapat membakar antara 660 hingga 976 kalori.

“Rata-rata pria atlet renang membutuhkan paling tidak 5.000 kalori sehari. Mereka berpotensi membutuhkan hingga 10.000 kalori untuk pria berbadan besar dan latihan intensif. Perempuan atlet renang membutuhkan paling tidak 4.000 kalori dan mungkin di atas 6.000 kalori,” kata Mankowski.

Tentu saja kebutuhan kalori itu bervariasi untuk tiap atlet. “Bergantung pada banyak hal, khususnya mempertimbangkan ajang pertandingan, intensitas latihan dan tentu saja tinggi serta berat badan,” ujarnya.

Atlet renang olimpiade membutuhkan karbohidrat, protein, dan lemak sehat dalam pola makannya. “Karbohidrat biasanya sekitar 55-60 persen dari asupan harian. Lemak sekitar 20-25 persen, dan protein sekitar 15-25 persen,” imbuh Mankowski.

Berikut ini contoh menu makan Ryan Murphy, peraih medali perak renang gaya punggung 200 meter putra di Olimpiade Tokyo:

  • Sarapan: pisang, sebelum latihan. Omelet telur dan bayam, jamur, bawang bombay, dan salmon. Yoghurt, granola dan buah beri, setelah latihan.
  • Makan siang: sayuran, protein tanpa lemak dari salmon atau ikan lainnya, karbohidrat dari nasi, quinoa atau lentil.
  • Makan malam: sama dengan makan siang, namun porsi lebih besar untuk mengisi kembali energi setelah latihan sepanjang hari. (lin)