Varian Delta Mengharuskan Kekebalan Kelompok Lebih 80 Persen

Pemerintah terus melakukan percepatan vaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok./foto: arabnews.com
Pemerintah terus melakukan percepatan vaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok./foto: arabnews.com

sehatnews.id – Berhubung Covid-19 varian Delta menular lebih cepat, proporsi populasi yang harus divaksin demi mencapai kekebalan kelompok harus mencapai 80 persen ke atas. Demikian pendapat para ahli di Amerika Serikat.

Masker pun harus dobel atau memakai masker N95 saat berada di tempat umum tanpa memandang sudah divaksin atau belum. Begitu pendapat ahli dalam temu media yang disponsori oleh Infectious Disease Society of America.

Menurut para ahli, penyuntikan vaksin dosis ketiga bukan prioritas saat ini. Imunisasi ketiga hanya diberikan kepada masyarakat yang paling rentan. Fokus harus diberikan kepada orang-orang yang belum divaksin di seluruh dunia.

“Masalahnya saat ini varian Delta lebih menular dari virus aslinya. Itu mendorong ambang kekebalan kelompok jadi lebih tinggi,” ujar asisten profesor dari University of Alabama, Birmingham, Ricardo Franco, MD, saat temu media.

“Untuk varian Delta ambangnya diperkirakan lebih dari 80 persen dan mungkin mencapai 90 persen,” imbuhnya.

Virus Corona yang asli diperkirakan membutuhkan 67 persen masyarakat divaksin untuk mencapai kekebalan kelompok. Campak, menurut Franco, termasuk penyakit yang membutuhkan ambang kekebalan kelompok tertinggi, yaitu 95 persen.

Kekebalan kelompok adalah titik di mana sudah cukup banyak orang yang divaksin, sehingga keseluruhan populasi mendapatkan perlindungan. Saat ini proses vaksinasi sedang berjalan di seluruh dunia.

“Orang yang tak divaksin sejatinya memperoleh manfaat lebih besar dengan perlindungan kekebalan kelompok di negara yang sebagian besar warganya sudah divaksin, dibandingkan negara dengan tingkat vaksinasi rendah. (lin)