Ternyata Metabolisme Tak Menurun di Usia Paruh Baya

Lansia tak perlu cemas akan metabolisme tubuhnya./foto:dreamstime.com
Lansia tak perlu cemas akan metabolisme tubuhnya./foto:dreamstime.com

sehatnews.id – Sejumlah faktor dapat menyebabkan kenaikan berat badan di usia paruh baya. Ternyata metabolisme yang melambat bukan salah satunya. Demikian penemuan baru dari sebuah penelitian.

Tim peneliti global menemukan energi total yang dibutuhkan tubuh meningkat setelah seseorang lahir dan memuncak sekitar satu tahun. Faktanya, setelah menyesuaikan dengan berat badan, bayi usia satu tahun membutuhkan kalori lebih banyak dari orang dewasa. Setelah satu tahun kebutuhan energi turun sekitar 3 persen setahun hingga usia 20, dan terus stabil sampai paruh baya. Kemudian menurun lagi setelah usia 60 tahun.

“Kami tak melihat bukti bahwa metabolisme menurun di usia paruh baya. Ini mengejutkan karena selama ini kita mengira metabolisme menurun di usia 30-an, 40-an dan di kala menopause,” kata peneliti, Herman Pontzer, Ph.D.

“Ternyata metabolisme tetap dari usia 20 hingga 60-an,” kata associate professor bidang antropologi evolusioner dan kesehatan global di Duke University, Durham ini. Hasil penelitian tersebut diterbitkan secara daring di jurnal Science.

Energi total yang dibakar penting bagi kesehatan manusia dan fungsi tubuh. Namun baru ada sedikit penelitian yang melihat di balik energi dasar yang dibutuhkan, atau berapa kebutuhan total energi yang dibutuhkan untuk hidup dan melakukan aktivitas sehari-hari sepanjang hidup manusia.

Untuk mengetahuinya Pontzer dan rekan-rekannya melihat kebutuhan energi total dari bayi usia 8 hari hingga lansia 95 tahun. Yang diteliti sebanyak 6.421 orang dari 29 negara. Studi ini meliputi tes urin untuk mengukur metabolisme.

“Intuisi manusia mengenai tingkat metabolisme tidak memiliki koneksi nyata ke tingkat pengeluaran energi aktual. Saya menduga apa yang dialami dan disebut metabolisme adalah tingkat energi, atau yang mereka rasakan vitalitas atau berapa banyak kenaikan berat badan. Semuanya tidak terkait dengan kalori yang dibakar setiap hari,” kata Pontzer.

Ia pun pernah merasakan metabolisme yang melambat. “Saya di usia 40-an dan mengalami perasaan metabolisme melambat dibandingkan usia 20-an. Jadi penemuan ini mengejutkan,” ujarnya.

Penemuan yang membuka mata ini adalah bagaimana secara dramatis tingkat metabolisme berubah sepanjang hidup. Tingkat metabolisme ini meningkat di awal usia anak-anak dan menurun setelah usia 60 tahun.

“Energi total yang dibutuhkan anak usia 1 tahun adalah yang paling mengejutkan,” kata peneliti, John R. Speakman, Ph.D.

Penelitian ini masih berjalan dan para periset berharap penemuan baru ini tidak berubah. “Pesan utamanya adalah kita tak perlu khawatir mengenai perubahan metabolisme di usia paruh baya, karena tampaknya metabolisme kita tak berubah di usia itu,” kata Speakman, seorang ahli biologi dari University of Aberdeen, Inggris.

“Jika Anda mengalami kenaikan berat badan di usia paruh baya mungkin itu disebabkan kita makan lebih banyak, bukan karena tubuh kita membakar lebih sedikit,” katanya. (lin)