Indonesia Dapat Hibah Pencegahan TBC

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) sebagai Chair B20 mengadakan Exchange MoU di bidang kesehatan dengan perusahaan dari United Arab Emirates (UAE). Foto: Kemenkes
Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) sebagai Chair B20 mengadakan Exchange MoU di bidang kesehatan dengan perusahaan dari United Arab Emirates (UAE). Foto: Kemenkes

sehatnews.id – Indonesia menerima hibah sebesar US$10 juta atau sekitar Rp157,2 miliar untuk mendukung program pencegahan tuberkulosis atau TBC di Indonesia.

Pemerintah Indonesia mendapat US$10 juta dolar dari pemerintah Uni Emirat Arab (UEA).

Komitmen pemerintah UEA untuk memberikan hibah sebesar itu melalui nota diplomatik dari Kedutaan Besar PEA di Jakarta Nomor 3/1/19-281.

Sebuah nota diplomatik menyerukan komitmen dari pemerintah Uni Emirat Arab untuk memberikan hibah US$10 juta untuk mendukung program pencegahan tuberkulosis di Indonesia.

Baca juga: Kurangi Kafein Teh dengan Cold Brew

Kesepakatan kedua negara ini ditandai dengan MoU antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sebagai chair B20 di bidang kesehatan dengan perusahaan dari United Arab Emirates (UAE) pada Senin (14/11/2022) di Bali yang disaksikan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.

Pemberantasan tuberkulosis atau TBC ini masuk dalam transformasi kesehatan pilar Layanan Kesehatan Primer, dan perusahaan di UEA akan mengembangkan pusat kesehatan dengan perusahaan Indonesia yang kuat mampu bersaing secara internasional sehingga dibutuhkan teknologi kelas dunia dan SDM kelas dunia.

Perusahaan Indonesia dipilih untuk memimpin langkah menuju transformasi kesehatan di sektor swasta dan pengalaman dalam genom sekuensing dan analisis data.

Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kesepakatan ini penting membangun kemampuan Indonesia lewat transfer teknologi dan pengetahuan.

Baca juga: Bumil Gak Doyan Susu, Gak Masalah!

“Termasuk menggunakan solusi terbaik di kelasnya demi meningkatkan ekosistem kesehatan di Indoneia.”

“Pada akhirnya ini berdampak dengan meningkatnya populasi dengan kualitas kesehatan yang bagus, dan memacu pertumbuhan ekonomi,” pungkas Budi. (jos)