Kenapa Kita Tidak Bisa Bersembunyi dari Nyamuk?

Nyamuk melacak dari CO2 manusia yang keluar dari pernafasan, panas tubuh, dan bau badan. Foto: Instagram @fourtworadio
Nyamuk melacak dari CO2 manusia yang keluar dari pernafasan, panas tubuh, dan bau badan. Foto: Instagram @fourtworadio

sehatnews.id – Kita sering kali merasa jengkel ketika akan tidur di sekitar telinga terdengar suara nyamuk yang seolah berputar-putar di sekitar alat pendengar.

Nyamuk itu seolah sedang mencari target untuk dijadikan sasaran hinggap di bagian tubuh kita.

Nyamuk selalu mendekati tubuh kita itu adalah nyamuk jenis betina.

Hewan kecil yang dianggap sebagai pengisap darah dan penyebar penyakit ini sangat rajin berburu bagian-bagian tubuh manusia.

Bagimana nyamuk itu mencari tubuh manusia yang akan dihinggapi?

Baca juga: Harapan Baru Cegah Demam Berdarah dengan Vaksin DBD

Ternyata nyamuk betina ini dapat melacak tubuh manusia meski di dalam ruangan yang gelap gulita.

Nyamuk melacak dari CO2 manusia yang keluar dari pernafasan, panas tubuh, dan bau badan.

Di sisi lain, ada magnet yang dapat menarik nyamuk untuk mampir ke tubuh kita, yakni golongan darah, kadar gula darah, mengonsumsi bawang putih atau pisang.

Akan tetapi hal itu masih belum didukung oleh data-data yang dapat dipercaya.

Hal ini diungkap oleh Leslie Vosshall, Kepala Laboratorium Neurogenetika dan Perilaku Rockefeller, seperti dikutip dari Science Daily.

Baca juga: Ternyata Metabolisme Tak Menurun di Usia Paruh Baya

Hal itulah mengapa Vosshall dan Maria Elena De Obaldia, mantan post doctoral di labnya, melakukan eksplorasi soal teori mengenai berbagai daya tarik nyamuk terhadap manusia melalui bau individu yang terhubung ke mikrobiota kulit.