Beranda blog

Bumil Gak Doyan Susu, Gak Masalah!

Ibu hamil yang tidak doyan susu sapi bisa mendapatkan asupan kalsium dari susu kedelai atau almond./foto: freepik.com
Ibu hamil yang tidak doyan susu sapi bisa mendapatkan asupan kalsium dari susu kedelai atau almond./foto: freepik.com

sehatnews.id – Saat mengetahui dirinya hamil, banyak ibu yang memutuskan untuk minum susu. Biasanya sih, susu sapi yang dikhususkan untuk ibu hamil atau susu sapi UHT maupun pasteurisasi. Bagaimana kalau bumil tidak suka susu sapi atau mengalami intoleransi laktosa?

Sejumlah ibu hamil merasa perlu minum susu ketika mengetahui dirinya hamil. Hal ini, bisa jadi karena susu termasuk minuman yang kaya kalsium, sehingga dapat membantu mencukupi kebutuhan mineral tersebut untuk ibu maupun janinnya. Kalsium, seperti dilansir Mayo Clinic, membantu pembentukan tulang serta gigi janin. The Institute of Medicine merekomendasikan konsumsi 1.000 miligram kalsium per hari bagi ibu hamil (bumil).

Bagi yang gemar susu maupun produk olahannya, dengan mudah bisa mengonsumsinya dengan batasan dan syarat. Misalnya saja, susu sapi yang dikonsumsi sebaiknya susu pasteurisasi atau UHT. Konsumsi susu pun tidak boleh berlebihan. Dianjurkan untuk mengonsumsi susu rendah lemak atau tanpa lemak.

Susu sapi direkomendasikan untuk dikonsumsi bumil karena memiliki profil nutrisi yang baik dengan vitamin dan mineral yang cukup banyak. Ini termasuk kalsium dan vitamin D yang penting bagi ibu dan janin.

Sayangnya, tidak semua orang doyan susu sapi. Ada bumil yang tidak suka susu sapi atau mengalami intoleransi laktosa. Intoleransi laktosa adalah kondisi seseorang yang tidak dapat mencerna dengan sempurna laktosa atau gula susu. Akibatnya, timbul diare, perut kembung dan banyak gas, usai minum susu atau mengonsumsi produk olahannya. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya, hanya saja menimbulkan rasa tidak nyaman.

Namun bila Anda tidak suka susu sapi atau mengalami intoleransi laktosa, tak perlu khawatir. Ada makanan atau minuman pengganti yang bisa dikonsumsi untuk menambah asupan kalsium.

* Kalsium bisa diperoleh dari beragam makanan seperti brokoli, almond, edamame, tahu, bayam, serta makanan yang sudah diperkaya dengan kalsium. Bila mengonsumsi susu almond, pilih yang sudah ditambahkan kalsium.
* Coba susu almond atau kedelai. Harga susu almond memang relatif lebih mahal dibandingkan susu sapi dan susu kedelai. Tetapi, Anda bisa membuat sendiri susu almond. Atau coba pilih susu kedelai.
* Konsumsi yoghurt dan produk fermentasi. Yoghurt serta keju biasanya lebih ditolerir dibandingkan dengan susu. Meski demikian banyak orang yang mengalami intoleransi laktosa, tetap bisa minum susu meski dalam porsi kecil, berbarengan saat menyantap makanan. Kerap kali simtom yang muncul juga tergolong minimal.
* Asup suplemen kalsium. Bila harus memilih antara suplemen kalsium karbonat dengan kalsium sitrat, Michelle Collins, CNM, asisten profesor perawat—kebidanan dari Vanderbilt University merekomendasikan untuk memilih kalsium sitrat. “Kalsium sitrat lebih mudah diserap dan tidak menimbulkan sembelit sehingga cenderung lebih baik untuk ibu hamil,” terangnya seperti dikutip dari The Bump. Untuk memastikan perlu tidaknya suplemen kalsium, ada baiknya bumil mendiskusikannya dengan dokter yang menangani kehamilannya, ya. (dys)

Olahraga di Rumah, Yuk!

Olahraga rutin di rumah biar imun tubuh terjaga./foto: freepik.com
Olahraga rutin di rumah biar imun tubuh terjaga./foto: freepik.com

sehatnews.id – Masih senang rebahan di rumah? Tidak apa-apa, toh saat ini memang tidak boleh sering ke luar rumah. Tetapi, menjadi kaum rebahan tidak berarti melupakan olahraga. Karena di rumah pun, kita masih tetap bisa berolahraga dengan bantuan instruktur di… Youtube!

Pandemi membuat kita tidak bisa leluasa bepergian. Mereka yang biasanya senang berolahraga di luar ruang atau pergi ke pusat kebugaran, membatasi diri untuk tidak melakukannya. Kalaupun ingin berolahraga di luar ruang, harus benar-benar mencari tempat yang sepi.

Sementara pusat kebugaran, ada yang tutup atau buka dengan jumlah anggota yang sangat terbatas.
Karenanya, tak sedikit dari kita yang akhirnya benar-benar tidak olahraga lagi. Menjadi kaum rebahan yang sebenar-benarnya, kalau tidak sedang bekerja dari rumah.

Sekarang, setelah lama menjadi kaum rebahan, saatnya untuk berolahraga lagi… dari rumah! Iya, dari rumah. Tidak bisa pergi ke pusat kebugaran atau berolahraga di luar rumah, bukan berarti tidak berolahraga ya.

Adanya internet memungkinkan kita untuk berolahraga dengan panduan sejumlah instruktur melalui Youtube. Selain Youtube, bagi mereka yang menjadi anggota klub kebugaran, biasanya juga diadakan kelas live. Tinggal memilih kelas yang diinginkan dan tentu saja dengan jaringan internet yang baik, Anda sudah bisa berolahraga lagi. Yeay!

Kalau tidak tergabung dengan klub kebugaran, jangan khawatir, ada beberapa rekomendasi saluran Youtube yang bisa Anda ikuti. Meskipun video yang tersedia kadang kala sudah diunggah beberapa tahun lalu, nyatanya masih cukup relevan kok.

Kecuali untuk kelas sepeda, yang Anda perlukan hanya kaus dan celana yang nyaman, serta sepatu olahraga. Berikut sejumlah video yang bisa membantu Anda berolahraga lagi.

  • Yoga with Adrienne
    Sewaktu mencari kata kunci yoga for beginner, muncul sejumlah video yoga dari Adrienne ini. Setelah diikuti, gerakan yang diajarkan sangat enak. Adrienne menjelaskannya dengan sangat baik. Ia juga tidak memaksakan penontonnya untuk mengikuti pose yang dicontohkannya dengan sempurna. Ia selalu menegaskan untuk melakukan pose sesuai kemampuan masing-masing. Ada beberapa opsi yang ia berikan saat melakukan pose.
    Kalau ingin mulai teratur berlatih yoga lagi, Anda bisa mengikuti latihan 30 Days of Yoga, A 30 Day Yoga Journey, dan seri yoga lainnya dari Adrienne. Salah satu keuntungan melihat video latihan yoga adalah Anda bisa melihatnya terlebih dulu atau ketika berlatih. Jika dirasakan posenya agak sulit, Anda bisa menghentikan videonya terlebih dahulu. Cheating? Ya tidak apa-apa, toh nanti dilanjutkan lagi.
  • Aerobik with Body Project
    Kalau ingin olahraga aerobik, Anda bisa mengecek video Youtube dari Body Project. Sebagai saran, jika sudah lama tidak berolahraga, pilih low impact ya. Tujuannya untuk membiasakan tubuh kembali berolahraga.
    Meski low impact, jangan anggap remeh, loh! Karena tubuh tetap berkeringat. Yang menarik dari video ini, biasanya akan ada dua orang yang berlatih dengan ritme berbeda. Katakanlah untuk yang sudah terbiasa beraerobik, Anda bisa melompat atau cukup berjalan di tempat saja.
    Ada banyak pilihan low impact yang ditawarkan, seperti aerobik yang dilakukan dengan berdiri atau tanpa peralatan. Bahkan ada juga latihan jalan kaki di rumah.
  • Body Jam dari Les Mills
  • Bila ingin olahraga yang sedikit mengentak, bisa mengecek video dari Les Mills. Tinggal ketik Body Jam workout, akan muncul video tersebut. Untuk latihan ini, Nina Dobrev berkolaborasi untuk Body Jam dengan Reebok dan tim kreatif dari Les Mills. Body jam adalah kombinasi musik dan tarian. Dengan koreografi dari Gandalf Archer-Mills di Auckland, Selandia Baru. Anda tak harus pintar menari untuk mencoba Body Jam ini. Yang penting, jangan terlalu memaksakan diri bila Anda belum terbiasa dengan olahraga ini. Anda bisa melihat videonya terlebih dahulu sebelum memulai latihan. Les Mills yang sudah berdiri lebih dari 50 tahun, memiliki misi untuk membuat planet yang kita tinggali ini menjadi lebih sehat. Les Mills juga ingin membuat orang jatuh cinta dengan fitnes sehingga mereka ingin berolahraga.
  • Pound Rockout Workout
  • Olahraga yang menggunakan ripstix (mirip stik pemukul drum) cukup digandrungi dalam beberapa tahun terakhir. Sayangnya, video Pound Fit ini tidak terlalu banyak. Tetapi kalau Anda tergolong baru atau ingin mengenal olahraga Pound Fit, bisa menjajal video dari Pound Rockout Workout.
  • Belum punya ripstix? Untuk sementara, coba menggunakan sumpit (bukan sumpit kayu ya). Sepasang sumpit direkatkan dengan selotip dan buat dua pasang. Siap deh! Ya rasanya pasti akan berbeda, soalnya ripstix memang dibuat khusus untuk olahraga Poundfit. Paling tidak, tetap ada suara yang terdengar saat berlatih.
  • Self HIIT kardio
  • Bagi yang menginginkan latihan dengan intensitas lebih tinggi, bisa mempertimbangkan HIIT atau high-intensity interval training. Hanya perlu diperhatikan, bila sudah lama tidak berolahraga, ada baiknya melakukan HIIT secara perlahan. Di video Self ada HIIT untuk pemula. Atau bisa juga memulainya dengan latihan low impact sebelum mengikuti HIIT. Intinya, jangan dipaksakan kalau belum terbiasa ya.
  • Spinning class dari Global Cycling Network
    Bagi Anda yang memiliki sepeda statis di rumah untuk berlatih seperti di kelas sepeda, latihan dari Global Cycling Network ini bisa dicoba. Ada beberapa latihan yang bisa dicoba. Latihan yang diberikan tidak terlalu lama, berkisar antara 30-35 menit.
  • Stretching with Ask Doctor Jo
    Untuk peregangan, Anda bisa membuka video dari Ask Doctor Jo. Ada begitu banyak teknik peregangan yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Saat mengalami frozen shoulder, video dari Ask Doctor Jo juga cukup membantu mengurangi kekakuan pada bahu serta leher.
  • Latihan kekuatan otot dari Hashfit.
  • Bagi yang ingin melatih kekuatan otot tubuh atau biasa mengangkat beban dengan dambel atau menggunakan beban tubuh, bisa melihat video dari Hashfit. Untuk yang memiliki dambel, bisa digunakan. Tetapi kalau tidak ada dambel, Anda bisa menggantinya dengan botol air mineral ukuran 600ml tentunya yang berisi air ya, supaya ada beban. Jadi, sudah siap berolahraga? (dys)

Teh Bisa Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Tambahkan herbal ke dalam minuman teh agar semakin bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh./foto: meditationbridge.com
Tambahkan herbal ke dalam minuman teh agar semakin bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh./foto: meditationbridge.com

sehatnews.id – Kebanyakan orang hampir setiap hari minum teh. Bahkan tak sedikit yang merasa ‘ketagihan’ dan merasa tak bersemangat kalau belum mereguk secangkir teh. Ternyata, secangkir teh bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh.“Teh tanpa tambahan apa pun sejatinya bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita. Di dalamnya terdapat zat bernama polifenol yang merupakan antioksidan. Antioksidan ini bermanfaat meningkatkan kekebalan tubuh. Sudah banyak penelitian yang membuktikan khasiat antioksidan ini,” ujar ahli teh asal Indonesia, Ratna Somantri dalam sebuah acara daring.

Teh juga mengandung L-theanin. Ini adalah asam amino yang bisa membantu tubuh menjadi lebih rileks. “Seperti kita tahu, stres itu menurunkan imunitas kita. Dengan rileks, kita membantu meningkatkan kekebalan tubuh,” ujarnya.

Menurut Ratna, boleh-boleh saja kita menambahkan bahan yang menyehatkan tubuh ke dalam minuman teh. “Semisal, tambahkan jahe ke dalam secangkir teh panas. Ini bagus karena jahe memberi efek menghangatkan tubuh. Lalu bisa juga ditambahkan sereh yang wanginya merilekskan atau irisan lemon. Bisa juga tambahkan madu ke dalam air teh. Madu ini berfungsi memberi energi, memberi asupan mineral untuk tubuh kita,” tuturnya.

Karena teh juga mengandung kafein, Ratna menyarankan bagi mereka yang sensitif terhadap kafein untuk tidak minum teh di malam hari. “Minumlah saat sore-sore. Kalau ingin minum di malam hari, minumlah teh herbal seperti teh bunga chamomile,” sarannya. (lin)

Kurangi Kafein Teh dengan Cold Brew

Jangan merendam teh celup terlalu lama agar kafein tidak menumpuk./foto: leaf.tv
Jangan merendam teh celup terlalu lama agar kafein tidak menumpuk./foto: leaf.tv

sehatnews.id – Kendati tak sebanyak kopi, teh juga mengandung kafein. “Mereka yang punya gangguan sakit maag, teh jadi dihindari karena kandungan kafeinnya,” kata pakar teh Ratna Somantri dalam sebuah acara daring belum lama ini.

Sejatinya ada cara agar kadar kafein dalam minuman teh bisa dikurangi. “Biasanya kita menyeduh daun teh dengan air panas. Air panas ini membuat kadar kafein dalam daun teh lebih cepat keluar. Agar kadar kafein ini bisa berkurang, teh sebaiknya diseduh dengan air dingin. Penyeduhan dengan air dingin ini tentu membutuhkan waktu lebih lama untuk membuat minuman teh. Teh cold brew ini lebih cocok untuk penderita sakit maag karena kadar kafeinnya lebih rendah,” ungkap Ratna.

Selain diseduh dengan air panas, penyeduhan yang lama pun menyebabkan kadar kafein  lebih tinggi. “Misalnya saat menyeduh teh celup, kita lupa dan membiarkan teh celup itu terendam selama berjam-jam. Ini juga membuat kadar kafein jadi lebih tinggi,” tuturnya.

Pada dasarnya, cara menyeduh teh ditentukan oleh rasio daun teh dan air panas yang digunakan. “Namun secara garis besar, 1 gram daun teh dan 100 ml air panas membutuhkan waktu penyeduhan dua menit,” kata Ratna.

Untuk menikmati teh panas biasa, ia lebih memilih cangkir bulat yang lebar. “Permukaan cangkir yang lebar ini membuat aroma teh bisa lebih terdeteksi hidung saat kita mendekatkan cangkir ke mulut,” ujarnya.

Sementara untuk menikmati teh herbal, Ratna memilih mug yang lebih tinggi. “Ini karena kita memasukkan banyak rempah seperti jahe dan sereh ke dalam teh herbal. Tujuannya supaya semua bahan bisa muat ke dalamnya,” katanya. (lin)

Ternyata Metabolisme Tak Menurun di Usia Paruh Baya

Lansia tak perlu cemas akan metabolisme tubuhnya./foto:dreamstime.com
Lansia tak perlu cemas akan metabolisme tubuhnya./foto:dreamstime.com

sehatnews.id – Sejumlah faktor dapat menyebabkan kenaikan berat badan di usia paruh baya. Ternyata metabolisme yang melambat bukan salah satunya. Demikian penemuan baru dari sebuah penelitian.

Tim peneliti global menemukan energi total yang dibutuhkan tubuh meningkat setelah seseorang lahir dan memuncak sekitar satu tahun. Faktanya, setelah menyesuaikan dengan berat badan, bayi usia satu tahun membutuhkan kalori lebih banyak dari orang dewasa. Setelah satu tahun kebutuhan energi turun sekitar 3 persen setahun hingga usia 20, dan terus stabil sampai paruh baya. Kemudian menurun lagi setelah usia 60 tahun.

“Kami tak melihat bukti bahwa metabolisme menurun di usia paruh baya. Ini mengejutkan karena selama ini kita mengira metabolisme menurun di usia 30-an, 40-an dan di kala menopause,” kata peneliti, Herman Pontzer, Ph.D.

“Ternyata metabolisme tetap dari usia 20 hingga 60-an,” kata associate professor bidang antropologi evolusioner dan kesehatan global di Duke University, Durham ini. Hasil penelitian tersebut diterbitkan secara daring di jurnal Science.

Energi total yang dibakar penting bagi kesehatan manusia dan fungsi tubuh. Namun baru ada sedikit penelitian yang melihat di balik energi dasar yang dibutuhkan, atau berapa kebutuhan total energi yang dibutuhkan untuk hidup dan melakukan aktivitas sehari-hari sepanjang hidup manusia.

Untuk mengetahuinya Pontzer dan rekan-rekannya melihat kebutuhan energi total dari bayi usia 8 hari hingga lansia 95 tahun. Yang diteliti sebanyak 6.421 orang dari 29 negara. Studi ini meliputi tes urin untuk mengukur metabolisme.

“Intuisi manusia mengenai tingkat metabolisme tidak memiliki koneksi nyata ke tingkat pengeluaran energi aktual. Saya menduga apa yang dialami dan disebut metabolisme adalah tingkat energi, atau yang mereka rasakan vitalitas atau berapa banyak kenaikan berat badan. Semuanya tidak terkait dengan kalori yang dibakar setiap hari,” kata Pontzer.

Ia pun pernah merasakan metabolisme yang melambat. “Saya di usia 40-an dan mengalami perasaan metabolisme melambat dibandingkan usia 20-an. Jadi penemuan ini mengejutkan,” ujarnya.

Penemuan yang membuka mata ini adalah bagaimana secara dramatis tingkat metabolisme berubah sepanjang hidup. Tingkat metabolisme ini meningkat di awal usia anak-anak dan menurun setelah usia 60 tahun.

“Energi total yang dibutuhkan anak usia 1 tahun adalah yang paling mengejutkan,” kata peneliti, John R. Speakman, Ph.D.

Penelitian ini masih berjalan dan para periset berharap penemuan baru ini tidak berubah. “Pesan utamanya adalah kita tak perlu khawatir mengenai perubahan metabolisme di usia paruh baya, karena tampaknya metabolisme kita tak berubah di usia itu,” kata Speakman, seorang ahli biologi dari University of Aberdeen, Inggris.

“Jika Anda mengalami kenaikan berat badan di usia paruh baya mungkin itu disebabkan kita makan lebih banyak, bukan karena tubuh kita membakar lebih sedikit,” katanya. (lin)

Vaksin Tiga Kali Lipat Menurunkan Risiko Tertular Covid-19

Orang yang divaksin Covid-19 mampu menurunkan risiko terpapar Covid-19 hingga tiga kali lipat dibandingkan yang tidak divaksin./Foto: Allianz
Orang yang divaksin Covid-19 mampu menurunkan risiko terpapar Covid-19 hingga tiga kali lipat dibandingkan yang tidak divaksin./Foto: Allianz

sehatnews.id – Orang yang sudah divaksin dua kali ternyata masih berisiko tertular Covid-19. Demikian menurut sebuah studi baru yang diterbitkan oleh Imperial College London. Namun orang yang divaksin terbukti tiga kali lipat lebih rendah terkena Covid-19 dibandingkan dengan orang yang tidak divaksin.

“Penemuan ini mengonfirmasikan data sebelumnya bahwa kedua dosis vaksin memberikan perlindungan yang baik dari infeksi,” ujar Paul Elliott, Direktur Program Penelitian dan profesor di Imperial’s School of Public Health.

Namun demikian, katanya, kami juga masih melihat ada risiko infeksi berhubung tak ada vaksin yang 100 persen efektif. Para penelitia ini memahami bahwa orang yang sudah dua kali divaksin masih dapat tertular Covid-19.

“Jadi kendati sekarang pembatasan dilonggarkan, kita masih harus waspada untuk melindungi satu sama lain dan menurunkan tingkat infeksi,” lanjutnya.

Penemuan terkini ini didapat dari studi terhadap populasi Inggris. Studi ini meneliti lebih dari 98.000 usapan yang dilakukan antara 24 Juni – 12 Juli.

Ketika itu satu dari 158 orang (0,63%) terinfeksi Covid-19. Ini berarti empat kali lipat peningkatan dari awal Juni. Angka serupa juga terlihat pada Oktober 2020 dan Januari 2021. Di antara 254 sampel yang dijajarkan, varian Delta meliputi 100 persen, dibandingkan 80 persen pada laporan di Juni.

Orang yang tak divaksin memiliki prevalensi tiga kali lipat terkena Covid-19 dibandingkan orang yang divaksin. Tingkat prevalensi di kalangan mereka yang tak divaksin ini 1,21 persen dibandingkan dengan 0,4 persen di kalangan yang divaksin. Kedua grup itu mengalami lebih dari lima kali lipat peningkatan infeksi dibandingkan laporan pada Juni.

Berdasarkan angka-angka tersebut penelitian memperkirakan orang yang sudah dua kali vaksin dalam grup penelitian memiliki 50-60 persen pengurangan risiko terkena infeksi, termasuk di antaranya kasus-kasus tanpa gejala dibandingkan dengan orang yang tak divaksin.

“Varian Delta dikenal sangat menular. Alhasil, kami dapat melihat dari data kami bahwa infeksi juga terjadi pada orang yang sudah dua kali divaksin. Kami perlu lebih mengerti lebih jauh seberapa menular orang yang sudah dua kali divaksin ketika tertular Covid-19. Dengan demikian kami dapat memprediksi situasi di bulan-bulan mendatang,” ujar Steven Riley, profesor penyakit infeksi dari Imperial’s School of Public Health. (lin)

ASI Mengandung Komponen Alami Pembentuk Antibodi

Foto: Freepik.com
Foto: Freepik.com

sehatnews.id – Air susu ibu (ASI) adalah makanan utama untuk bayi baru lahir hingga usia minimal enam bulan. Sudah banyak penelitian mengenai manfaat ASI, tetapi senantiasa kalah dengan iklan “kebaikan” susu formula. Karena manfaatnya, banyak konselor ASI dibantu para dokter anak dan dokter kandungan terus ngotot mengedukasi dan menyuarakan kelebihan ASI dibandingkan dengan susu formula terutama untuk bayi baru lahir. Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menetapkan setiap minggu pertama bulan Agustus sebagai Pekan Menyusui Dunia.

Meninjau ulang pentingnya diadakan Pekan Menyusui Dunia, sebetulnya apa kelebihan ASI?

“Semua mamalia menghasilkan susu, termasuk ASI pada manusia,  sifatnya spesies spesifik. Hasil berbagai jurnal penelitian, ASI mengandung makronutrien komponen bioaktif yang spesifik dari ibu untuk bayinya. Tidak seperti susu formula, ASI sarat komponen IgA berupa antibodi, hormon pertumbuhan untuk saluran cerna, antibakteri, oligosakarida, antivirus, antialergi, antiparasit, meskipun kadarnya menurun setelah bayi usia enam bulan. Itulah keistimewaan ASI,” kata Prof. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A(K), Ph.D, dokter anak konsultan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Di masa pandemi, ketika banyak ibu bisa bekerja dari rumah, dr. Ayijati Khairina, Sp.A, spesialis anak dari RSIA Asih, Jakarta Selatan, menyebut bahwa terjadi kenaikan jumlah ibu menyusui hingga 90 persen.

“Ada hikmah yang bisa diambil dari pandemi, yakni ibu bisa lebih intens menyusui bayinya. Berbeda bila ibu bekerja di kantor yang harus memompa ASI-nya. Simpan ASI dalam jumlah sedikit-sedikit, maksimal 90 mililiter. Berikan ASIP (air susu ibu perah-Red) bukan memakai botol, tetapi dengan sendok,” ujarnya dalam live IG bertema “Tantangan Menyusui bagi Ibu Bekerja Saat Pandemi” yang digelar Rabu (11/8/2021).

Banyak ibu baru mengeluhkan ASI tidak lancar, bayi menolak minum ASI, dan alasan lain. Dukungan dari lingkungan berpengaruh besar bagi kelangsungan proses menyusui bayi. Supaya lancar menyusui, dr. Ai, panggilannya, menyarankan agar ibu menikmati prosesnya.

“Saat di rumah, usahakan memberi ASI langsung, bukan ASIP, untuk membentuk bonding dengan anak. Dan bukan ibu yang memberi ASIP, harus orang lain, bisa ayah atau neneknya, agar bayi tetap mau menyusu ibu. Bayi sangat sensitif dengan suara atau bau badan ibu sehingga ibu harus ngumpet agar tidak terlihat.Jangan sampai bayi mendengar suara atau melihat ibu ada di dekatnya saat minum ASIP,” katanya. 

Jangan pula membangunkan bayi yang sedang tidur hanya untuk sekadar menyusui. Bayi butuh deep sleep alias tidur dalam untuk perkembangan otaknya. (sar)

9 Makanan Terbaik untuk Pelancar ASI

Banyak jenis makanan yang dapat membantu ibu menyusui meningkatkan produksi ASI./foto: familyhealthdiary.co
Banyak jenis makanan yang dapat membantu ibu menyusui meningkatkan produksi ASI./foto: familyhealthdiary.co

sehatnews.id – ASI (Air Susu Ibu) adalah nutrisi paling sempurna untuk bayi agar bertumbuh kembang secara optimal. Itu sebabkan pemberian ASI eksklusif harus terus diupayakan dan didukung.Tak hanya menyehatkan fisik, pemberian ASI juga akan mempererat ikatan ibu dan bayi, memberi stimulasi, rangsang sensorik motorik, dan banyak manfaat lain.

Untuk dapat memberikan ASI secara kontinyu, ibu menyusui harus mengonsumsi makanan sehat sehingga produksi ASI lancar. Makanan itu terutama yang mengandung nutrisi, di antaranya protein, karbohidrat, lemak sehat, asal folat, dan kalsium.

Berikut ini beragam makanan laktogenik, yaitu makanan yang mengandung galaktagog, senyawa yang terdapat pada tumbuhan yang mampu merangsang produksi ASI.  

  1. Alpukat. Kandungan lemak sehatnya sangat baik untuk memmelihara jantung, dan membuat ibu menyusui (busui) tidak cepat lapar. Selain itu alpukat mengandung vitamin (B, C, E, dan K), folat, dan potasium.
  2. Asparagus. Sayuran ini tinggi serat, vitamin A dan K. Mampu merangsang hormon untuk memperlancar produksi ASI.   
  3. Bayam. Sayuran ini yang merah maupun hijau merupakan sumber asam folat, kalsium, dan zat besi yang baik untuk membantu mencegah anemia. Bayam dan brokoli juga mengandung fitoestrogen yang merupakan makanan laktogenik untuk merangsang produksi ASI.
  4. Edamame. Selain mengandung protein, edamame juga merupakan sumber yang baik untuk asam folat, vitamin C dan K, fitoestrogen, zat besi, mangan, magnesium, riboflavin, kalium, dan fosfor. Edamame rebus menjadi camilan sehat dan enak buat busui.
  5. Kacang-kacangan. Mengandung mineral esensial, seperti zat besi, kalsium, dan zinc. Juga vitamin B dan K, asam lemak serta protein. Kacang almon atau kacang tanah bisa dijadikan camilan buat busui.  
  6. Labu. Sup labu menjadi hidangan lezat dan sehat untuk busui. Buah kuning ini kaya akan vitamin C, betakaroten, dan vitamin A.
  7. Pepaya. Bunga, buah, maupun daun pepaya bisa dijadikan santapan sehat untuk busui. Pepaya kaya akan vitamin A dan C, juga kalium. Pepaya yang belum matang mengandung banyak galaktagog yang berkhasiat untuk merangsang produksi ASI.  
  8. Wortel dan ubi. Umbi merah dan jingga, seperti wortel dan ubi jalar mengandung properti galaktagog . Masyarakat Cina sudah ribuan tahun memanfaatkan ubi dan wortel untuk memperlancar ASI. Ubi mengandung karbohidrat kompleks, potasium, dan  vitamin A yang baik untuk pertumbuhan sel dan tulang, untuk fungsi imun dan penglihatan.
  9. Air minum. Jangan lupa banyak minum untuk menghidrasi tubuh ibu. Ini sangat penting. Air sangat esensial untuk suplai ASI dan juga membantu mencegah kelelahan. Ibu menyusui dianjurkan minum sedikitnya 8 gelas air per hari. (rin)

Ini Dia Kegunaan Rambut Pubis

sehatnews.id – Orang modern kini banyak yang menghilangkan rambut di ketiak dan kelamin dengan cara dicukur, di-wax, atau dilaser.Sesungguhnya apa sih kegunaan rambut pubis?

Seorang dokter spesialis kebidanan, Sara Twogood, MD menjelaskan,”Dari perspektif evolusi, rambut pubis punya manfaat perlindungan. Sebelum manusia mengenal pakaian dalam, rambut pubis bisa melindungi alat kelamin dari kotoran dan bahan berbahaya lain.”

Kemudian video Tik Tok dari dokter kebidanan asal Chicago, Allison Rodgers, MD menyebutkan kegunaan rambut pubis untuk perlindungan. Dia sebutkan bahwa rambut tersebut membantu melindungi bagian kulit kelamin yang lembut seperti labia.

Menurut Dr. Twogood, rambut di area pribadi itu juga memberikan sinyal pada feromon. Zat bernama feromon ini dikeluarkan dari rambut tersebut dan kelenjar keringat untuk membantu menarik perhatian lawan jenis.

Rambut tersebut juga membantu mengatasi friksi yang terjadi selama berhubungan seksual. Dr. Twogood mengatakan teori ini masuk akal dari perspektif evolusi. Di zaman sekarang ada pelumas yang membuat gesekan bukan lagi masalah.

Menurutnya kita boleh saja menghilangkan bulu itu. Merapikan atau melenyapkan bulu kelamin ini secara umum tidak membuat kita mengalami masalah kesehatan. “Namun tindakan menghilangkan rambut itu yang berisiko. Misalnya saja teknik penghilangan rambut yang menyebabkan rambut jadi tumbuh ke dalam, kemudian teknik yang menyebabkan iritasi atau meninggalkan luka,” jelasnya. (lin)

Ibu Positif Covid-19 Harus Terus Menyusui

sehatnews.id – Pandemi Covid-19 tak boleh menjadi penghalang untuk ibu terus memberikan ASI secara eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan, maupun bagi anak hingga usia 2 tahun. Bahkan jika ibu terkonfirmasi positif Covid-19, dianjurkan untuk terus menyusui bayinya.

Pada ibu yang positif Covid-19 di dalam ASI-nya mengalir antibodi IgA dan IgG, juga laktalbumin, laktoferin yang secara spesifik merupakan benteng perlawanan terhadap SARS-CoV-2.

“Inilah yang dinamakan imunisasi pasif yang alami yang diberikan oleh ibu penyintas Covid-19 kepada bayi yang disusui,” ungkap dr. Wiryani Pambudi, Sp.A, anggota Satgas ASI dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, dalam temu media, Kamis (5/8/21).

Aktivitas antibodi sekretori IgA spesifik SARS-CoV-2 dan IgG spesifik dalam ASI penyintas Covid bisa bertahan 7-10 bulan setelah infeksi.

Selain itu, imunitas tubuh juga bisa dipicu dengan induksi vaksinasi. Hingga kini memang belum ada rekomendasi vaksinasi Covid-19 untuk bayi. Namun, ternyata pada ibu menyusui yang telah divaksin Covid-19 ditemukan kadar antibodi sekretori IgA spesifik imunoglobulin M anti-SARS-CoV-2 di dalam ASI-nya meningkat pesat dalam 14 hari pertama pascavaksinasi. Kadar antibodi ini akan menguat setelah minggu keempat dan lebih tinggi lagi pada minggu kelima dan keenam.

Dengan fakta tersebut, ibu yang positif Covid-19 maupun yang baru saja divaksin harus terus bersemangat memberikan ASI kepada bayi atau anaknya.

Dr. Wiryani juga memaparkan tentang kajian obat-obatan yang diberikan kepada ibu hamil dan menyusui yang positif Covid-19. “Secara umum diketahui apabila obat yang dikonsumsi ibu menyusui memang akan diekskresikan lewat ASI, tetapi jika kadarnya kurang dari 10 persen dosis terapi, maka obat tersebut dianggap aman dan kompatibel dengan menyusui,” jelasnya.

Itu artinya, menyusui ternyata aman dilakukan oleh ibu yang mendapatkan terapi obat-obatan, seperti antimalaria, antibiotika, antivirus, termasuk kortikosteroid, imunomodulator, berbagai vitamin dan mineral dalam dosis suplementasi.

Bagi ibu yang menyusui selama masa pandemi ini harus menerapkan protokol pencegahan penularan sebagai berikut:  

  • Ibu memakai masker saat menyusui atau memerah ASI.
  • Mencuci tangan secara efektif selama 20 detik sebelum menyusui.
  • Menjaga ventilasi lingkungan dan kebersihan benda yang disentuh.
  • Mencuci pakaian pada suhu hangat (60-90 derajat Celcius) dengan deterjen.
  • Minum banyak cairan, diet seimbang, dan tidur teratur. (rin)
ads-sidebar
SidebarRead1-ads-cust-4
SidebarRead2-ads-cust-5

POPULER

BERITA PILIHAN